Penulis: Cynthia Angelina I Editor: BHB
Dalam dunia pendidikan, kualitas tidak semata terbatas pada fasilitas dan kurikulum yang bermutu.
Lebih dari itu, mutu pendidikan tercermin dari pembelajaran berstandar global dan kompetensi
lulusan dalam menghadapi kebutuhan industri yang terus berubah. Untuk dapat menjawab kebutuhan
tersebut, Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) membuktikan
kualitasnya melalui perolehan akreditasi internasional dari Indonesian Accreditation Board for
Engineering Education (IABEE).
Berkenalan dengan IABEE
IABEE merupakan lembaga akreditasi di bawah naungan Persatuan Insinyur Indonesia (PII) yang
menjamin penyelenggaraan pendidikan teknik berstandar internasional. Keistimewaan akreditasi ini
terletak pada statusnya sebagai signatory member Washington Accord, sebuah perjanjian internasional yang mencakup negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Inggris, Australia, Jepang, Singapura, dan Kanada. Dengan status tersebut, lulusan dari program studi terakreditasi IABEE mendapatkan pengakuan kesetaraan kualitas secara global.

Perjalanan Teknik Kimia UNPAR untuk meraih status akreditasi IABEE tidaklah mudah. Di antara 80
perguruan tinggi dengan program sarjana Teknik Kimia di Indonesia, terhitung hanya 13 program
studi yang berhasil memenuhi standar ketat yang ditetapkan. Teknik Kimia UNPAR menjadi salah satu
dari 13 program studi tersebut. Lebih membanggakan, UNPAR tercatat sebagai program studi
teknik kimia perguruan tinggi swasta pertama di wilayah Jawa Barat dan Banten (LLDIKTI IV),
sekaligus perguruan tinggi swasta kedua di Indonesia yang menyandang akreditasi ini. Kualitas Teknik
Kimia UNPAR tidak hanya diakui di kancah internasional, melainkan telah diakui dengan akreditasi Unggul oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).
Fondasi Lulusan Bersaing secara Global
Untuk mewujudkan standar mutu internasional, Teknik Kimia UNPAR mengimplementasikan empat
fondasi utama pada setiap proses pembelajarannya. Pertama, kurikulum dirancang berbasis
Outcome-Based Education (OBE), sehingga mahasiswa tidak sekadar menghafal teori, tetapi terlatih
untuk memecahkan permasalahan di industri. Kedua, aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3)
ditanamkan sebagai budaya sejak hari pertama perkuliahan, yang diterapkan dalam praktikum dan
kegiatan akademik lainnya, untuk membentuk lulusan yang menjunjung tinggi keselamatan.
Ketiga, budaya perbaikan berkelanjutan dilakukan melalui evaluasi kurikulum dengan melibatkan
berbagai pemangku kepentingan, agar materi perkuliahan selalu relevan dengan perkembangan
zaman. Keempat, seluruh materi dan metodologi pembelajaran disesuaikan dengan etika dan praktik
global, sehingga setiap lulusan dibekali dengan wawasan industri yang mumpuni.
Dengan seluruh keunggulan tersebut, tidak mengherankan bila banyak perusahaan ternama lebih
memilih lulusan dari program studi terakreditasi IABEE. Kompetensi lulusan dari program studi
terakreditasi IABEE telah terverifikasi melalui standar global, sehingga kualitasnya tidak kalah dengan
lulusan dari perguruan tinggi unggulan di negara-negara anggota Washington Accord.
Lulusan Teknik Kimia UNPAR dipersiapkan untuk menjadi insinyur proses dan desain pabrik di kilang
minyak, pabrik petrokimia, maupun sektor energi terbarukan; spesialis penelitian dan pengembangan
serta manajer jaminan mutu di industri farmasi, makanan-minuman, dan consumer goods; konsultan
keselamatan proses dan keberlanjutan lingkungan; hingga peneliti dan akademisi yang dapat
melanjutkan studi ke jenjang magister maupun doktoral di universitas-universitas top dunia tanpa terhambat kesetaraan kualifikasi.
Menjawab Kebutuhan Industri
Untuk menyesuaikan realita di industri, Teknik Kimia UNPAR menghadirkan Industrial Advisory Board (IAB) yang diisi oleh para praktisi dan pimpinan dari berbagai perusahaan ternama, baik nasional maupun multinasional.
Anggota IAB ini berasal dari sektor energi dan migas seperti PT Pertamina (Persero) dan PT Pertamina Hulu Rokan, sektor farmasi dan bioteknologi dari PT Ferron Par Pharmaceuticals (Dexa Group), sektor bahan kimia industri dari PT Lautan Luas Tbk., sektor oleokimia global dari PT Ecogreen Oleochemicals, sektor consumer goods dari PT Nutrifood Indonesia, serta organisasi profesi Badan Kejuruan Kimia Persatuan Insinyur Indonesia (BKK PII).
Kolaborasi antara Teknik Kimia UNPAR dan para praktisi ini ditujukan agar lulusan tidak hanya kaya akan teori, tetapi juga memiliki pemahaman mendalam tentang penerapan teknologi di lapangan nyata.

Dengan seluruh keunggulan tersebut, tidak mengherankan bila banyak perusahaan ternama lebih memilih lulusan dari program studi terakreditasi IABEE. Kompetensi lulusan dari program studi terakreditasi IABEE telah terverifikasi melalui standar global, sehingga kualitasnya tidak kalah dengan lulusan dari perguruan tinggi unggulan di negara-negara anggota Washington Accord.
Lulusan Teknik Kimia UNPAR dipersiapkan untuk menjadi insinyur proses dan desain pabrik di kilang minyak, pabrik petrokimia, maupun sektor energi terbarukan; spesialis penelitian dan pengembangan serta manajer jaminan mutu di industri farmasi, makanan-minuman, dan consumer goods; konsultan keselamatan proses dan keberlanjutan lingkungan; hingga peneliti dan akademisi yang dapat melanjutkan studi ke jenjang magister maupun doktoral di universitas-universitas top dunia tanpa terhambat kesetaraan kualifikasi.


