Tim Mahasiswa Teknik Kimia UNPAR Raih 2nd Runner Up IChEC 2026 melalui Inovasi Pemanfaatan Limbah Gliserol

Penulis: Cynthia Angelina | Editor: Yohanes Andre Situmorang

Mahasiswa Program Studi Teknik Kimia UNPAR kembali memperoleh prestasi membanggakan dalam ajang Indonesia Chemical Engineering Challenge (IChEC) 2026 yang diselenggarakan oleh Institut Teknologi Bandung (ITB). Dalam kompetisi ini, para peserta ditantang untuk menerapkan ilmu teknik kimia dalam berbagai cabang perlombaan, salah satunya Plant Design Competition, yang berfokus pada perancangan pabrik dengan mempertimbangkan aspek teknis, ekonomi, dan keberlanjutan.

Tim PPM yang terdiri atas Patrick Jonathan Laksono, Phoebe Graciella, dan Michella Theodore, mahasiswa Program Studi Sarjana Teknik Kimia angkatan 2022, berhasil meraih predikat 2nd Runner Up dalam IChEC 2026 Plant Design Competition. Dalam kompetisi tersebut, Tim PPM mengusung topik pemanfaatan limbah gliserol sebagai produk samping dari proses produksi biodiesel. Pengalaman Tim PPM selama mengikuti IChEC 2026 ini dibagikan melalui tayangan pada kanal Youtube LIFE at UNPAR (https://www.youtube.com/watch?v=Zi1UG-1qeBQ). Dalam tayangan tersebut, Patrick, Phoebe, dan Michella menceritakan proses perancangan pabrik, gagasan yang mereka usung, serta berbagai tantangan dan pembelajaran yang diperoleh selama kompetisi.

“Seiring dengan berkembangnya industri biodiesel di Indonesia, jumlah gliserol yang dihasilkan turut berpotensi meningkat. Apabila tidak dimanfaatkan secara optimal, gliserol tersebut dapat menimbulkan permasalahan lingkungan,” ujar Patrick. Kondisi inilah yang mendasari Tim PPM untuk mengembangkan rancangan pabrik yang memanfaatkan gliserol sebagai bahan baku untuk menghasilkan produk bernilai tambah, yaitu propilen glikol dan etilen glikol. Melalui rancangan tersebut, Tim PPM berupaya menunjukkan bahwa limbah industri tidak hanya dapat dipandang sebagai persoalan lingkungan, tetapi juga sebagai peluang untuk menghasilkan produk yang memiliki nilai tambah. Pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai guna merupakan salah satu langkah dalam mewujudkan industri yang lebih berkelanjutan melalui penggabungan aspek lingkungan, teknis, dan ekonomi.

Proses perancangan pabrik dalam kompetisi ini juga menghadirkan tantangan tersendiri bagi Tim PPM. “Seluruh proses perancangan harus diselesaikan dalam waktu efektif sekitar satu setengah bulan, jauh lebih singkat dibandingkan dengan perancangan pabrik dalam perkuliahan Teknik Kimia yang umumnya dilakukan selama satu semester,” ujar Michella. Keterbatasan waktu tersebut menuntut setiap anggota tim untuk menerapkan manajemen waktu yang baik, melakukan pembagian tugas secara efektif, serta mampu beradaptasi dalam menghadapi berbagai permasalahan selama proses pengerjaan.

Keikutsertaan mahasiswa Teknik Kimia UNPAR dalam IChEC 2026 menjadi salah satu bentuk penerapan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan dalam menjawab permasalahan nyata di dunia industri. Phoebe berharap pengalaman tersebut dapat mendorong mahasiswa untuk semakin peka terhadap isu lingkungan serta terus mengembangkan inovasi yang tidak hanya memberikan manfaat bagi industri, tetapi juga bagi masyarakat dan lingkungan. Selamat atas pencapaian yang telah diraih. Semoga prestasi dalam IChEC 2026 ini dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa Teknik Kimia UNPAR untuk terus berkarya, berinovasi, dan mengukir prestasi. Proficiat!