CBD Unpar Goes to CHEMICAL EXPO 2026: Wawasan Bisnis dan Network di Industri Kimia Global

Penulis: Shahiba Islami I Editor: BHB

Untuk memperluas wawasan bisnis dan memperkuat pemahaman aplikatif di industri proses, mahasiswa Chemical Business Development (CBD) di Teknik Kimia, Universitas Katolik Parahyangan menyelenggarakan kunjungan studi lapangan ke pameran business-to-business (B2B) internasional skala besar, Chemical Indonesia 2026, yang bertempat di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Pelaksanaan

Kegiatan yang dilaksanakan pada 29 Juli 2026 ini diikuti oleh mahasiswa Chemical Business Development (CBD) dari berbagai angkatan, serta kegiatan ini digagas secara langsung oleh Dr. Budi Husodo Bisowarno dan Ir. Tony Handoko, S.T., M.T., IPM. selaku koordinator dan tim pengembangan CBD, serta dihadiri juga oleh Dr. Ir. Angela Martina, S.T., M.T., dan Dr. Anastasia Prima Kristijarti. Serupa dengan kegiatan Chemical Expo Visit tahun 2025 yang lalu, pelaksanaan kegiatan mendatangi acara berskala internasional ini mendapat sambutan baik dari mahasiswa Teknik Kimia UNPAR dan diharapkan menjadi sebuah tradisi untuk setiap tahunnya.


Chemical Indonesia 2026 menjadi platform yang ideal untuk tujuan tersebut. Pameran internasional yang berfokus pada bahan kimia, petrokimia, dan peralatan pabrik proses ini menghadirkan banyak pemain kunci, inovator, serta pemangku kepentingan (stakeholders) industri dan lainnya dari berbagai negara, yang diselenggarakan bersama INACOATING 2026, INALAB 2026, INAGRICHEM 2026, RubberMach Indonesia 2026, Pump & Valves Indonesia 2026, dan Food Manufacturing Indonesia 2026.

Kehadiran di Chemical Indonesia 2026 menjadi peluang yang sangat penting bagi para calon profesional Teknik Kimia karena ajang ini menghadirkan lebih dari 550 exhibitor nasional dan internasional yang membuka kesempatan berharga untuk bertemu serta berinteraksi secara langsung dengan para principal, supplier, dan distributor terkemuka di tingkat global.

Melalui pameran terpadu ini, para mahasiswa teknik kimia dapat mengeksplorasi secara langsung beragam solusi teknologi terapan untuk lintas sektor industri, mulai dari industri cat, tekstil, karet, farmasi, pupuk, makanan, hingga manufaktur dan rekayasa proses lainnya sekaligus menjadi sarana yang sangat efektif untuk membangun jaringan profesional (networking) dan menjajaki peluang kemitraan strategis demi pengembangan karier lulusan CBD di masa depan.

Sekilas Peserta Chemical Expo 2026

Keragaman dan kedalaman industri ini tecermin salah satunya dari Zhejiang Aiye Filter Cloth Co., Ltd., yang menyadarkan bahwa luasnya jangkauan produk dalam pameran melampaui sebatas bahan-bahan kimia konvensional. Perusahaan yang telah beroperasi lebih dari 20 tahun ini menawarkan alat-alat pendukung proses berupa kain penyaring industri dan non-woven PTFE. Berjalan dengan fasilitas canggih serta pengendalian kualitas yang ketat, perusahaan ini melayani berbagai sektor strategis seperti semen, metalurgi, kimia, pewarna, pertambangan, insinerasi limbah, hingga pembangkit listrik. Inovasi kain penyaring berbasis Polytetrafluoroethylene (PTFE) ini terbukti sangat efektif memisahkan zat padat dari cairan maupun menyaring debu udara, berkat keunggulannya yang tahan lama, serbaguna, dan hemat biaya operasional. Kehadiran produsen ini mempertegas bahwa peralatan pendukung proses memiliki peran yang tak kalah krusial dibanding produk kimia itu sendiri.

Langkah digitalisasi dan modernisasi industri proses semakin diperkuat, misalnya dengan produk Jiangsu Tom Intelligent Equipment Co., Ltd. (TomPack).. Sebagai produsen milik negara yang berpengalaman selama 27 tahun, TomPack menghadirkan keahlian profesional dalam memproduksi mesin pengemas dan pengisi pintar melalui penyediaan solusi turnkey. Lewat inovasi yang berkelanjutan, TomPack mengembangkan peralatan pengemasan cerdas terkini khusus untuk perusahaan agrokimia, yang telah mendukung standar Industrial 4.0, Automatic Storage & Retrieval System (ASRS), serta solusi smart factory berbasis Manufacturing Execution System(MES). Kehadiran TomPack memberikan gambaran konkret kepada mahasiswa mengenai bagaimana otomatisasi dan teknologi sistem informasi kini menjadi tulang punggung efisiensi operasional di industri kimia modern.

Melengkapi gambaran inovasi di ajang ini, TerraBaru membuka wawasan mengenai pemanfaatan teknologi hijau dan keberlanjutan. Dipimpin oleh tim eksekutif berpengalaman di bidang pertanian, pertambangan, energi, dan keuangan, PT Terra Baru mengusung visi “Waste to Worth” untuk mengembangkan potensi biochar dalam skala industri. Melalui produk unggulannya, TerraKarbon (engineered biochar), limbah pertanian seperti sekam padi, serbuk gergaji, tongkol jagung, hingga limbah kelapa sawit diolah lewat proses pirolisis menjadi karbon stabil standar internasional. Produk ini memiliki porositas tinggi yang efektif memulihkan kualitas tanah, membersihkan air, serta mengunci karbon di tanah hingga berabad-abad. Ditambah lagi, proses pembuatannya menghasilkan energi hijau berupa panas atau gas ramah lingkungan, membuktikan bagaimana limbah industri dapat diubah menjadi solusi berdaya guna tinggi.


Pengalaman studi lapangan di Chemical Indonesia 2026 ini berhasil menjadi jembatan teori akademis di ruang kuliah dengan realitas dinamis industri kimia global. Melalui pengamatan langsung terhadap berbagai inovasi yang mulai dari peralatan proses, standar mutu laboratorium, otomatisasi pengemasan pintar, hingga teknologi hijau berbasis biochar dan lainnya, mahasiswa Chemical Business Development (CBD) UNPAR tidak hanya memperluas wawasan bisnis dan teknis, tetapi juga memperkuat jaringan profesional B2B.