Pelatihan Modul Praktikum Kimia: Identifikasi Gugus Fungsi dan Pemisahan

Jurusan Teknik Kimia, Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) mengadakan program pelatihan praktikum kimia yang dibuka umum untuk seluruh guru SMA di Indonesia, pada Selasa (8/11/2022). Kegiatan yang dilaksanakan di laboratorium Teknik Kimia UNPAR ini bertujuan untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan keterampilan peserta secara praktis mengenai modul-modul kimia. 

Sebelum memulai sesi pelatihan, peserta terlebih dahulu diberi arahan mengenai keselamatan di laboratorium yang dibawakan oleh Dr. Angela Justina Kumalasari S.T., M.T.. Keselamatan di laboratorium yang utama salah satunya adalah penggunaan alat pelindung diri (APD). Terdapat beberapa macam APD, tetapi yang umum dan wajib digunakan selama berada di laboratorium, yaitu jas lab., safety shoes, masker, safety goggle, dan sarung tangan lateks. Selain itu, keselamatan di laboratorium juga mencakup APAR (Alat Pemadam Api Ringan), eyewash station, emergency shower, dan lain-lain.

Sesi pertama dibawakan oleh Dra. H. Maria Inggrid,M.Sc. yang membawakan materi tentang identifikasi gugus fungsi alkohol dan aldehida menggunakan metode kualitatif. Metode kualitatif ini termasuk metode sederhana yang dapat digunakan untuk mengetahui jenis senyawa tersebut yang dilihat dari kandungan gugus fungsionalnya. Pada pelatihan modul kali ini, dijelaskan kemungkinan bahwa sampel termasuk ke dalam senyawa alkohol dapat diketahui dari kandungan gugus hidroksinya, sedangkan untuk gugus aldehid dapat diuji menggunakan tes Fehling dan tes Tollen. Pada akhir sesi, masing-masing peserta diberi kesempatan untuk melakukan identifikasi gugus fungsi secara mandiri.

Sesi selanjutnya dengan materi pemisahan dibawakan oleh Dr. Angela Justina Kumalasari S.T., M.T. dan Putu Padmareka Deandra, S.T., M.T.. Metode pemisahan yang dibahas pada kesempatan kali ini adalah distilasi, ekstraksi, dan superkritik. Menurut Putu, para peserta terlihat antusias mengikuti kegiatan. Antusias para peserta dapat dirasakan dari adanya peserta yang datang langsung dari kota Bogor dan Cirebon. Selain itu, ada banyak pembicaraan dua arah yang memberikan suasana aktif selama kegiatan. 

“Semoga kegiatan ini semakin baik kedepannya untuk memberikan ilmu-ilmu kepada para guru secara teoritis maupun praktis”, ujar Putu. Demikian kegiatan pelatihan ini berakhir, diharapkan para guru dapat mempraktekan dan mengimplementasikan ilmu yang didapat di sekolah mereka. (Has, ed.: Kev.)

X