Penulis: Kumalasari Dewi Wijaya | Editor: Yohanes Andre Situmorang
Pada Kamis, 30 Oktober 2025, 33 siswa/i dari SMAK PENABUR Harapan Indah, Bekasi, melakukan kunjungan kampus (Campus Visit) ke Program Studi Teknik Kimia Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR). Kegiatan ini menjadi kesempatan berharga bagi siswa/i untuk mengenal lebih dekat dunia teknik kimia sekaligus belajar tentang isu global yang tengah hangat dibicarakan, yakni jejak karbon (carbon footprint).
Mengenal Teknik Kimia bersama Bu Ima
Sesi pertama dibuka oleh Ibu Ima, salah satu dosen di Program Studi Teknik Kimia UNPAR, yang memberikan pemaparan mengenai pengenalan teknik kimia. Dalam sesi yang interaktif dan komunikatif, Bu Ima menjelaskan bagaimana teknik kimia berperan penting dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari industri pangan, farmasi, hingga energi dan lingkungan. Para siswa terlihat antusias mengikuti setiap penjelasan di mana banyak yang baru menyadari bahwa teknik kimia bukan hanya tentang reaksi di laboratorium, tetapi juga tentang menciptakan solusi berkelanjutan bagi masa depan.
“Teknik kimia adalah bidang yang terus berkembang mengikuti kebutuhan
zaman. Inovasi yang lahir dari sini tidak hanya berdampak pada industri, tapi
juga pada kehidupan manusia dan bumi kita,” jelas Bu Ima.
Mendalami Isu Jejak Karbon
Setelah sesi perkenalan, kegiatan dilanjutkan dengan materi mengenai jejak karbon. Topik ini memantik rasa ingin tahu para siswa, terutama saat Bu Ima menjelaskan tentang bagaimana aktivitas manusia berkontribusi terhadap emisi karbon di atmosfer, serta bagaimana dunia kini tengah bergerak menuju sistem yang lebih ramah lingkungan. Ketika topik berlanjut ke konsep jual beli karbon (carbon trading), suasana ruangan semakin hidup. Banyak siswa mengajukan pertanyaan dan berdiskusi mengenai bagaimana sistem perdagangan karbon bekerja dan mengapa hal itu bisa menjadi peluang bisnis masa depan.
“Awalnya saya kira jejak karbon cuma tentang polusi,” ujar salah satu siswa dengan penuh rasa ingin tahu.
Bu Ima dengan sabar menjelaskan bahwa ke depan, bisnis berbasis karbon dan teknologi hijau akan menjadi bagian penting dari perekonomian global, sekaligus upaya konkret untuk mengatasi perubahan iklim. Kegiatan campus visit ini tidak hanya memberikan wawasan akademik baru, tetapi juga membuka cara pandang para siswa terhadap dunia sains yang lebih luas dan aplikatif. Melalui pertemuan ini, banyak siswa mulai menyadari bahwa ilmu yang mereka pelajari di bangku sekolah bisa menjadi landasan untuk menciptakan masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.