PELATIHAN PETANI GARAM SUMBA 2019: Teknologi WAIV untuk peningkatan produksi garam di Desa Watumbaka, NTT

Pusat Studi Rekayasa Proses dan Produk Pangan dan Pusat Studi Teknologi Air dan Pengolahan Limbah, Jurusan Teknik Kimia, Universitas Katolik Parahyangan mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pelatihan para petani garam di Desa Watumbaka, Kabupaten Sumba Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur pada 23 Januari 2019. Pelaksanaan kegiatan ini didasari pada masalah yang dihadapi oleh para petani garam di sana, yaitu masalah produktivitas garam yang masih cukup rendah dan kurang efisien sehingga kualitas dan kuantitas garam yang diproduksi kurang baik.

Berangkat dari permasalahan tersebut, tim yang dipimpin oleh Dr. Judy Retti B. Witono ini telah melakukan studi dan pengembangan terhadap salah satu teknologi yang dapat diaplikasikan oleh para petani garam di Desa Watumbaka. Teknologi tersebut dikenal dengan sebutan Wind Aided Intensified eVaporation (WAIV). Teknologi ini sangat berguna untuk mempercepat waktu penguapan air laut sehingga para petani dapat meningkatkan jumlah produksi garam sepanjang tahun. Teknologi tepat guna ini dikembangkan atas hasil kerja sama antara Jurusan Teknik Kimia UNPAR, Pusat Teknologi Air dan Air Limbah (CTWW) dari Universitas Teknologi, Sydney (UTS), Australia. Selain presentasi atau transfer ilmu dari tim pelatih kepada para petani garam, kegiatan diskusi dan demonstrasi alat WAIV juga terjadi selama proses pelatihan.

Kegiatan pelatihan ini tidak hanya mendapatkan dukungan dari Jurusan Teknik Kimia UNPAR saja. Dukungan juga diperoleh dari Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sumba Timur dan kepala daerah setempat, serta mendapatkan dukungan pendanaan dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian masyarakat, Universitas katolik Parahyangan (LPPM–UNPAR) dan Pemerintah Australia melalui Skema Hibah Alumni (AGS), yang dikelola oleh Australia Awards Indonesia.