Air Bersih yang Diidamkan Terwujud

Jalaludin tampak bersemangat. Dengan lincah, Ketua DKM Al Ikhlas Desa Cukang Genateng Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung itu mengoper peralatan yang dibutuhkan beberapa mahasiswa untuk memasang filter air. Seperti warga lainnya, Jalaludin tengah bergembira karena masjid tempat mereka beribadah akan memiliki fasilitas air bersih.

Setelah terpasang, instalasi filter air itu akan menyaring air sungai dan air kolam hingga berkualitas baik dan layak digunakan. Selama ini, warga desa sulit mendapat pasokan air bersih. Mereka hanya bisa menggunakan air baku dari sungai atau air sumur dangkal yang keruh.

“Di sini, air di mana-mana keruh karena lumpuh. Setelah filter terpasang, kami bisa gunakan untuk air wudu dan air minum warga sekitar,” ujar Jalaludin, di Masjid Al Ikhlas, Desa Cukang Genteng, Kecamatan Pasirjambu, Rabu (9/3/2016).

Pemasangan filter air di desa itu bukan hanya satu. Sebelumnya, instalasi filter air mulai dipasang tahun lalu di kantor desa dengan kapasitas penampungan 1.500 liter. Selanjutnya, warga sudah mulai antre meminta pemasangan instalasi filter air di wilayahnya. “Apalagi kalau musim tanam, air keruh sekali karena mengandung lumpur dari sawah dan kebun,” ujar Kepala Desa Cukang Genteng, Hilman Yusuf.

Menurut dia, warga mengandalkan pasokan air Sungai Cisondari yang mengalir deras membelah desa. Keadaan tanah yang sarat bebatuan membuat pengeboran air tanah nihil hasilnya. Dengan kedalaman 50 meter, air tak kunjung didapat.

“Padahal, biaya pengeboran air itu mahal sekali. Untuk mengebor 50 meter, butuh biayaRp 25 juta dan itu pun belum tentu ada airnya,” ujarnya.

Inisiatif pemasangan filter mulai muncul ketika warga bertemu dengan sekelompok mahasiswa jurusan Teknik Kimia Universitas Katolik Parahyangan di desa itu sekitar dua tahun lalu. Awalnya, para mahasiswa itu menawarkan pelatihan membuat pupuk organic bagi para petani di desa tersebut. Namun, setelah itu keluhan yang banyak muncul justru soal ketersediaan air bersih di desa.

Atas permintaan warga desa, sekelompok mahasiswa teknik kimia yang dibimbing oleh Jenny Novianti itu mulai berinisiatif membangun instalasi filter air di kantor desa. Dengan teknik yang cukup sederhana, pemasangan instalasi itu dengan mudah diikuti warga. “Ternyata kebutuhan air bersih ini terus bermunculan dari warga di RW lainnya,” ujar Jenny.

Ia bersama dosen lainnya yaitu Katherine dan Hans Kristianto terus mengajak para mahasiswa di jurusannya untuk membantu warga Cukang Genteng yang kemudian menjadi desa binaan mereka. Selama hampir dua tahun berjalan, program itu kian diminati mahasiswa.

Selain pupuk organic dan pemasangan filter air, Jenny kini mengembangkan riset mahasiswa untuk membantu warga dalam teknik pengolahan dan pengemasan makanan khas desa itu yaitu tomat dan ikan pindang. (Lina Nursanty/”PR”)

Sumber: Pikiran Rakyat, Kamis 10 Maret 2016

X