Webinar Series 4: Understanding Modern Product Development Process

Di zaman yang semakin berkembang ini, varian produk baru terus bertambah dan inovasi dari para ilmuwan tidak ada habisnya. Hal tersebut memunculkan rasa penasaran orang-orang mengenai bagaimana suatu ide dapat diperoleh sehingga lahirlah sebuah produk. Oleh karena itu, Jurusan Teknik Kimia, Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) mengangkat tema serupa pada webinar yang dilaksanakan pada, Sabtu (26/11/2022). Webinar tersebut merupakan bagian dari webinar series yang rutin diadakan Teknik Kimia UNPAR. Dengan judul “Understanding Modern Product Development Process”, webinar kali ini mendatangkan Putri Ramadhany, S.T., M. Sc. yang merupakan dosen Teknik Kimia UNPAR serta Tio Angelia, S. Si. yang merupakan business development manager dari PT. Gondowangi Tradisional Kosmetika sebagai pembicara.

Product and Process Design

Putri selaku pembicara menegaskan bahwa seorang lulusan teknik kimia dapat memformulasikan suatu produk bukan hanya karena mengetahui tentang produk, tapi juga memahami proses dalam menciptakan produk tersebut. Dalam menciptakan produk, banyak perusahaan menggunakan metode stage-gate. Dengan metode ini, perusahaan memerlukan waktu hingga 5 tahun sebelum akhirnya bisa meluncurkan produk baru. Terdapat beberapa tahap dalam metode stage-gate, yaitu discovery & scoping, business case, development, testing & validation, dan launch. Secara garis besar, tahapan metode stage-gate dimulai dari menentukan jenis produk yang akan dibuat, kemudian melihat potensi produk tersebut di pasaran. Barulah dimulai pengembangan produk dari proses produksi, alat yang digunakan, hingga kemasan produk dipikirkan dengan matang. Pada umumnya, tahap ini memerlukan waktu yang cukup lama. Setelah itu, dilakukan tes dan validasi terhadap produk tersebut. Produk yang berhasil melewati tahapan sebelumnya akan didistribusikan ke konsumen. Pada tahap ini, dilakukan launch review dengan melakukan forecasting — meramal — jumlah produk yang akan didistribusikan di seluruh daerah secara tepat agar sesuai dengan minat dan kebutuhan konsumen. 

Dalam menciptakan suatu produk, penting untuk melihat karakteristik pasar. Misalnya, pasar Asia yang mementingkan siapa yang menjadi bintang iklan produk tersebut, berbeda dengan pasar Eropa tidak begitu mementingkan bintang iklan. Selain itu, terdapat house of quality yang sama pentingnya dalam menciptakan produk. House of quality ialah menafsirkan keinginan konsumen dan mengubahnya menjadi suatu produk. House of quality yang menentukan produk seperti apa yang akan dihasilkan nantinya.

Research dalam Product Development

Materi sesi selanjutnya disampaikan oleh Tio Angelia. Beliau menjelaskan betapa pentingnya market research dalam membuat suatu produk. Market research dapat dilakukan dari data, trends, dan produk kompetitor. Pengamatan terhadap data diperoleh dari marketing (misal, jumlah produk yang terjual pada tahun sebelumnya), supplier (misal, jenis kemasan yang sedang hype), dan website (misal, melihat komplain konsumen terhadap suatu produk, kemudian menciptakan produk yang lebih baik yang telah mengatasi masalah tersebut). Sedangkan pengamatan terhadap trends dapat dilakukan melalui media sosial. Saat ini, pengamatan terhadap trends banyak dilakukan. Terakhir, kita dapat mengamati dan meniru produk kompetitor, tentunya dengan menambah selling point yang ditonjolkan yang dapat membedakan produk kita dari produk kompetitor. 

PT. Gondowangi menggunakan metode NFD funnel dalam menciptakan suatu produk. Seperti corong, metode NFD funnel menggambarkan adanya seleksi dalam proses pengamatan. Terdapat 4 tahapan seleksi dalam metode NFD funnel, yaitu vision approval, concept approval, approval for production, dan product launch. Semua ide yang telah dikumpulkan, akan di cek kesesuaiannya dengan portofolio dan strategi perusahaan atau dinamakan vision approval. Selanjutnya, pada tahap concept approval akan dilihat feasibilities produk untuk direalisasikan. Setelah melewati dua tahapan sebelumnya, barulah dimulai product development hingga akhirnya produk dipasarkan ke konsumen.

Pada akhir acara, Putri menyampaikan bahwa dunia cepat sekali berubah menyebabkan kita tidak bisa menyelesaikan suatu masalah dengan cara yang sama. Sayangnya, di sisi lain perkembangan industri di Indonesia masih lambat. Merupakan kesempatan bagi generasi muda untuk menciptakan industri baru. Beliau juga berpesan sebagai generasi muda harus siap akan perubahan dan belajar sebanyak-banyaknya. Demikian webinar kali ini, diharapkan dapat menambah wawasan meningkatkan minat peserta terhadap product development. (Has)

X