Webinar Magister Teknik Kimia: COVID-19 – Pengaruhnya Terhadap Industri Kimia Nasional

Dr. Ir. Andreas Widodo sedang menyampaikan pemaparan

Magister Teknik Kimia, Jurusan Teknik Kimia UNPAR mengadakan webinar pada Kamis, 18 Juni 2020 dengan tema COVID-19: Pengaruhnya Terhadap Industri Kimia Nasional yang sangat relevan dengan kondisi saat ini.  Hadir sebagai narasumber, Dr. Ir. Andreas Widodo, Direktur Utama PT. Energy Management Indonesia (PT. EMI-Persero) yang dipandu oleh Dr. Ir. Budi Husodo Bisowarno, M.Eng (Teknik Kimia UNPAR) sebagai moderator.

Dalam paparannya, Dr. Andreas menyampaikan fakta-fakta terkait kondisi Indonesia saat ini, yaitu setelah ditetapkannya pandemi COVID-19 sebagai bencana nasional. Terjadi banyak perubahan yang diakibatkan diterapkannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), antara lain penurunan konsumsi bahan bakar minyak (BBM), barang fashion (baju, sepatu, appareal, perhiasan, dll), kosmetik, kendaraan bermotor, dan juga berbagai produk terkait sektor pariwisata. Secara global pun, dampak pandemi COVID-19 juga terlihat pada menurunnya harga minyak dunia, bahkan mencapai titik terendahnya sejak Juni 2001.

Penurunan konsumsi dalam berbagai sektor tersebut juga berdampak pada industri kimia nasional. Dr. Andreas mencontohkan beberapa sektor seperti produk turunan minyak kelapa sawit (oleokimia) yang umum digunakan sebagai bahan kosmetik, surfaktan, bahan tambahan pangan, dan biodiesel; produk turunan pengolahan logam seperti besi, nikel, baja, dsb yang digunakan dalam berbagai bidang seperti konstruksi, otomatif, elektronik, dsb.; dan produk turunan pengolahan minyak bumi (petrokimia). Ada pula sektor industri yang tidak mengalami penurunan seperti industri pupuk yang memainkan peranan vital dalam penyediaan pangan nasional.

Di sisi lain, terdapat pergeseran akibat peningkatan permintaan konsumen yang digerakkan oleh COVID-19, seperti alat kesehatan, APD, disinfektan, hand sanitizer, fast moving consumer goods (FMCG), dsb. Peningkatan permintaan ini disikapi dengan bergesernya pola produksi untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, seperti industri tekstil memproduksi APD dan masker, industri kosmetik memproduksi hand sanitizer, dsb. Perubahan-perubahan ini berakibat langsung pada peluang kerja di industri kimia, di mana terdapat kenaikan dan penurunan bergantung sektor industrinya. Di sisi lain, terbatasnya peluang kerja juga dapat dimaknai sebagai peluang wirausaha untuk pemenuhan kebutuhan selama masa pandemi. 

Tantangan lain yang muncul adalah banyaknya bahan baku industri yang masih bergantung import, dan juga ekspor bahan mentah seperti minyak sawit, yang mengalami gangguan selama pandemi COVID-19 ini. Lulusan teknik kimia dapat berkontribusi untuk memanfaatkan berbagai peluang, serta menghadirkan solusi dari masalah yang ada. Pendidikan lanjut di jenjang S-2 bahkan S-3 dapat membuka jalan memberikan berbagai solusi melalui kegiatan penelitian yang relevan dengan permasalahan yang ada.

Antusiasme yang tinggi ditunjukkan dari banyaknya peserta yang hadir dari berbagai lembaga pendidikan tinggi dan riset di Indonesia. Semoga berbagai informasi yang disampaikan dapat memberikan wawasan kepada seluruh peserta. Sampai bertemu di webinar selanjutnya!