Profil

Fakultas Teknologi Industri UNPAR, yang terdiri atas Program Studi Teknik Kimia dan Teknik Industri, berdiri pada 20 April 1993, dan memperoleh status terdaftar sesuai Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 34/D/O/1993 tanggal 20 April 1993. Pada saat itu dasar pemikiran pendirian fakultas ini adalah perlunya suatu paham dan tanggapan akan arah gerak dunia usaha dan industri, baik pada skala regional, nasional, maupun global, karena dunia usaha tersebut akan terkait dengan kebutuhan sumber daya manusia yang terampil dan cendekia. Pendirian fakultas ini diprakarsai oleh tim kecil yang dipimpin Prof. Dr. Ir. Ign Suharto, APU.

Prof. Dr. Ir. Ign Suharto, APU- pendiri fakultas

Pada mulanya kegiatan perkuliahan dilaksanakan di Kampus Filsafat (Jl. Nias) dan Gedung FISIP, dan kegiatan administratif di Wisma UNPAR dan Gedung Rektorat Lt 4. Hingga akhirnya pada tahun 1995, kegiatan berpindah di Gedung 8. Pada tahun 2009, kegiatan perkuliahan sepenuhnya dilaksanakan di Gedung 10, sedangkan Gedung 8 direnovasi untuk laboratorium dan kegiatan administratif.

Pada tahun 1998, FTI memperoleh status Diakui. Pada usianya yang masih sangat muda, tahun 2000, Program Studi Teknik Kimia diakreditasi dan berhasil memperoleh status Terakreditasi B berdasarkan Keputusan nomor 010/BAN-PT/Ak-IV/VI/2000. Pada tahun 2005 dan 2010 Program Studi Teknik Kimia di-reakreditasi dan mempertahankan status Terakreditasi B. Pada tahun 2015 Program Studi Teknik Kimia berhasil memperoleh status Terakreditasi A. Hasil ini tentu saja merupakan kerja keras dari pendiri, staff dan mahasiswa serta alumni Teknik Kimia UNPAR.

Saat ini Program Studi Teknik Kimia telah meluluskan sekitar 1900 lulusan yang tersebar di berbagai perusahaan baik di dalam, mau pun di luar negeri. Selain kegiatan pengajaran dan pengabdian yang mumpuni, Teknik Kimia UNPAR juga sangat aktif dalam melakukan kegiatan penelitian. Hal ini dimotori oleh staf dosen yang 50% lebih sudah bergelar Doktor (S3) dari berbagai perguruan tinggi terkemuka di luar negeri. Program Studi Teknik Kimia saat ini juga telah menjalin berbagai kerja sama baik di bidang penelitian, akademik atau pun dengan industri. Beberapa kerja sama dengan universitas di luar negeri di antaranya University of Groningen (Belanda), Korea Institute Science and Technology (Korea Selatan), Soochow University (Tiongkok), dan Hongkong University of Science and Technology. Selain kerjasama penelitian, pihak Nanyang Technological University (NTU), Singapura, juga secara berkala melakukan rekrutmen lulusan mahasiswa Teknik Kimia untuk melanjutkan studi ke jenjang S3. Program studi Teknik Kimia juga memiliki kerjasama dalam negeri yang cukup banyak dengan beberapa universitas dalam negeri (ITB, Swiss German University, Atma Jaya Jakarta, Widya Mandala Surabaya, dsbnya) dan juga dengan kerjasama dengan Industri (Astra, PnG, Lautan Luas, dsbnya). Kerjasama yang ada melingkupi kegiatan kuliah tamu, pembukaan kuliah pilihan, kegiatan-kegiatan penelitian, penyediaan tempat kerja praktek, rekruitmen tenaga kerja, pelatihan-pelatihan soft skill, dan pemberian beasiswa khusus mahasiswa Teknik Kimia.

Ke depannya Program Studi Teknik Kimia berharap dapat terus meningkatkan berbagai kerja sama dengan universitas dan industri, baik di dalam dan luar negeri. Saat ini juga Teknik Kimia UNPAR merencanakan untuk melakukan akreditasi di tingkat internasional. Jika akreditasi internasional ini tercapai tentunya akan sangat menguntungkan bagi para mahasiswa ataupun lulusan Teknik Kimia Unpar dalam dunia pekerjaan ataupun dunia pendidikan di tingkat internasional. Oleh karena itu, program studi Teknik Kimia Unpar masih akan terus berbenah diri untuk memperbaiki hal-hal yang dirasa masih kurang dan meningkatkan hal-hal yang sudah baik.