Tanggap COVID-19, Komunitas Akademik UNPAR Produksi Hand Sanitizer

Artikel ini berasal dari Pikiran Rakyat, 2 April 2020 tanpa mengubah sama sekali artikel sedangkan sumber foto berasal dari Instagram @fti.unpar dan @lppmunpar.

Sumber foto: Instagram @fti.unpar

Merebaknya COVID-19 mendorong masyarakat untuk melindungi diri agar tetap sehat.

Salah satunya adalah dengan mencuci tangan secara rutin menggunakan sabun di air mengalir atau hand sanitizer berbasis alkohol. Namun, saat ini hand sanitizer mulai sulit didapat dan harganya pun merangkak naik sehingga mempersulit masyarakat yang membutuhkan produk tersebut.

Dimulai dari keinginan untuk menghadapi COVID-19 menggunakan ilmu yang dimiliki, alumni UNPAR yang tergabung dalam Ikatan Alumni Teknik Industri (IATI) dan Ikatan Alumni Teknik Kimia (IATK) Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) merintis kerja sama pembuatan hand sanitizer. Upaya ini mendapatkan dukungan dari Jurusan Teknik Kimia dan Teknik Industri UNPAR, Fakultas Teknologi Industri (FTI) hingga pihak universitas, yaitu Biro Umum dan Teknik (BUT) serta Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM).

Sumber foto: Instagram @fti.unpar

Proses Produksi

Tim produksi hand sanitizer UNPAR yang diwakili Anastasia Prima Kristijarti, S.Si., M.T. dan Tony Handoko, S.T., M.T. dari Teknik Kimia UNPAR menjelaskan bahwa proses pembuatan hand sanitizer mengikuti formula WHO dengan bahan baku etanol (alkohol), gliserin sebagai humektan atau pelembab dan hidrogen peroksida yang berfungsi membunuh kuman. Bahan-bahan tersebut disesuaikan dan dimodifikasi agar lebih nyaman digunakan.

Dari rencana awal 70 liter, tim gabungan akhirnya berhasil memproduksi 85 liter hand sanitizer pada hari pertama. Dengan mengikuti standar WHO, tentu hand sanitizer yang diproduksi memiliki kualitas yang baik. “Hasil telah diuji di lab mikrobiologi dan dibandingkan dengan standar yang ada,” jelas mereka. “Hasil analisis di lab mikrobiologi bagus karena tidak menunjukkan adanya pertumbuhan mikroba dan bakteri.”

Pembuatan hand sanitizer dalam jumlah besar ini tidak lepas dari tantangan. “Kendala utama adalah botol hand sanitizer dan pasokan bakan baku,” ujar mereka. Tim kesulitan mendapatkan bahan baku juga botol ukuran kecil yang pasokannya berkurang dan harganya naik.

Dalam mencari bahan baku, tim dibantu oleh IATK, Ikatan Alumni (IKA) UNPAR, serta Jurusan Teknik Kimia. Sedangkan IATI, IKA UNPAR dan BUT UNPAR turut membantu mengumpulkan botol kemasan hand sanitizer. Mahasiswa juga membantu menyebarkan informasi dalam pengumpulan botol-botol untuk proyek ini.

Sumber foto: Instagram @lppmunpar

Untuk Masyarakat

Hasil produksi hand sanitizer dari UNPAR mulai didistribusikan kepada pihak yang membutuhkan. Sebagian sudah didistribusikan kepada berbagai rumah sakit di Kota Bandung, yaitu RS Paru Rotinsulu, RS Santo Borromeus, RS Cahya Kawaluyan, RS Santo Yusup, dan beberapa rumah sakit lain. Hal ini dilandasi oleh kesadaran bahwa instansi kesehatan merupakan garda terdepan melawan COVID-19. Sebagian yang lain akan digunakan untuk kebutuhan internal Kampus UNPAR.

Hal ini sejalan dengan upaya UNPAR yang telah melakukan instalasi hand sanitizer di berbagai sudut kampus. Penyediaan hand sanitizer menjadi salah satu langkah UNPAR menanggulangi penyebaran COVID-19 sekaligus menjaga kesehatan lingkungan dan komunitas akdemiknya.

Hand sanitizer juga dibagikan secara langsung kepada masyarakat di sekitas UNPAR. Pembagian hand sanitizer secara gratis ini dibarengi dengan panduan mencuci tangan yang baik sehingga dapat digunakan secara optimal. TIm gabungan UNPAR berharap, “(Hand sanitizer) membantu masyarakat dalam menghadapi COVID-19.” Komunitas Akademik UNPAR terus berupaya mencegah penyebaran COVID-19. Kegiatan akademik semester genap termasuk penyelenggaraan ujian dialihkan dari metode tatap muka langsung menjadi pemelajaran daring melalui platform Interactive Digital Learning Environment (IDE) UNPAR. Adapun aktivitas non-akademik telah ditiadakan sedangkan layanan akademik dan administratif dilakukan dengan metode bekerja di rumah (work from home atau WFH).

Dari segi teknis, UNPAR telah mengadakan pembersihan dan penyemprotan desinfektan di seluruh area kampus dan lingkungan masyarakat sekitar UNPAR. UNPAR juga menyediakan tempat cuci tangan umum di depan kawasan Kampus UNPAR di Ciumbuleuit. Seluruh upaya ini dilakukan untuk mendukung pemerintah dan masyarakat menganggulangi dampak COVID-19.