Prof. Dr. Ir. Judy R B Witono, M.App.Sc: Peran Rekayasa Proses dalam Peningkatan Kesejahteraan Manusia

Prof. Judy Retti B Witono menyampaikan pidato pengukuhannya

Bertepatan dengan peringatan Hari Guru Nasional, 25 November 2019, diadakan Sidang Terbuka Senat Universitas Katolik Parahyangan dalam rangka pengukuhan Guru Besar Teknik Kimia di bidang ilmu Rekayasa Proses, Prof. Dr. Ir. Judy Retti Bhawaningrum Witono, M.App.Sc. Dalam kesempatan tersebut, Prof. Judy menyampaikan pidato pengukuhannya yang mengangkat tema “Peran Rekayasa Proses dalam Peningkatan Kesejahteraan Manusia”.

Rekasaya proses dapat didefinisikan sebagai suatu upaya penerapan ilmu teknik (kimia) dan hukum alam untuk mengkonversi bahan baku atau pun energi menjadi produk-produk yang lebih bermanfaat dan memiliki nilai tambah bagi manusia dalam skala industri. Lebih lanjut dijabarkan rekayasa proses dapat berasal dari hasil penelitian di laboratorium, atau pun pengalaman/ kejadian di luar hasil penelitian, seperti British gum yang ditemukan secara tidak sengaja.

Secara umum rekayasa proses sendiri dapat digolongkan menjadi tiga, yaitu secara mekanis, kimia, atau pun biologis. Rekayasa proses secara kimia hanya melibatkan fenomena fisis di dalamnya, misalkan proses ekstraksi logam dari bijih logam, pemintalan benang sutra dari kepompong ulat sutera, atau pun produksi pati resisten. Proses kimia melibatkan reaksi kimia, sementara biologis melibatkan mikroorganisme untuk memperoleh produk dengan karakteristik yang diinginkan. Dicontohkan reaksi konversi d-glukosa menjadi d-glucaric acid, yang merupakan produk antara untuk memperoleh asam adipat yang digunakan untuk memproduksi nilon 6,6 dapat dilakukan baik secara kimia atau pun biologis. Akan tetapi proses konversi secara biologis dengan bakteri Eschericia coli dan Aspergillus niger menawarkan proses yang lebih bersih, kondisi operasi yang moderat, serta sesuai untuk bahan baku alam.

Lebih lanjut, Prof. Judy memaparkan potensi pemanfaatan bahan baku alam yang terbaharukan, ramah lingkungan, mudah didapat, serta mudah direkayasa (proses) karena tersedia dalam bentuk rantai panjang. Senyawa yang umumnya dimanfaatkan dari bahan baku alam tersebut antara lain, karbohidrat (pati, selulosa, dsb), lemak, dan protein. Dengan melakukan rekayasa proses, bahan baku alam tidak hanya dimanfaatkan sebagai bahan baku pangan, tetapi juga untuk produk non pangan. Salah satunya upaya yang dilakukan oleh Ajinomoto-Bridgestone yang mengembangkan poly-isoprene dari bahan baku alam untuk menghasilkan ban kendaraan yang 100% terbaharukan.

Di akhir pidatonya, Prof. Judy menyampaikan berbagai kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat yang selama ini telah dilakukan, antara lain pembuatan controlled release fertilizer dari pati lokal Indonesia, teknologi pembuatan dan pemurnian garam yang hemat energi dan air, dan pemanfaatan makroalga untuk superabsorbent, dan juga mikroalga sebagai sumber pangan fungsional.

Ucapan selamat dan apresiasi disampaikan oleh Rektor UNPAR, Mangadar Situmorang, Ph.D., Kepala LLDIKTI IV, Prof. Uman Suherman, Ketua Senat UNPAR, Prof. Bambang Sugiharto, serta seluruh anggota Senat UNPAR, dan tamu undangan yang hadir. Proficiat!

Prof. Judy Retti B Witono (tengah) berfoto bersama dengan staff-dosen FTI UNPAR