Pekan Ilmiah Teknik Kimia UNPAR 2016: Dig Into Science Novelty Expo and Tour (DISCOVER)

Himpunan Mahasiswa Program Studi Teknik Kimia (HMPSTK) UNPAR bekerjasama dengan Program Studi Teknik Kimia UNPAR mengadakan acara Pekan Ilmiah 2016 pada hari Senin, 1 Februari 2016 bertajuk Dig Into Science Novelty Expo and Tour (DISCOVER). Kegiatan Pekan Ilmiah ini merupakan suatu rangkaian acara Tour Lab, Science Expo-Bazaar, dan Lomba Karya Ilmiah tingkat SMA dengan peserta siswa siswi SMU dari Bandung dan Jakarta serta Pontianak.

Antusiasme peserta Pekan Ilmiah Teknik Kimia UNPAR 2016

Kegiatan Tour Lab sudah dimulai sejak pagi hari, di mana siswa-siswi dari berbagai SMA berkunjung dan diperkenalkan dengan berbagai Laboratorium Keahlian yang ada di Prodi Teknik Kimia UNPAR. Animo siswa-siswi SMA dalam kegiatan ini sangat tinggi. Hal ini nampak dengan total  peserta tour lab yang hadir yaitu 180 orang dan antusias menyimak serta bertanya mengenai berbagai hal yang dijelaskan. Kegiatan tour lab dibagi ke dalam 2 shift, diselingi presentasi dari Prodi Teknik Kimia UNPAR untuk mengenalkan apa yang dipelajari di  jurusan Teknik Kimia dan presentasi dari HMPSTK untuk mengenalkan tentang kegiatan-kegiatan mahasiswa yang diwadahi dalam HMPSTK.. Sementara kegiatan Science Expo berlangsung atas kerja sama dengan Puspa Iptek Sundial Kota Baru Parahyangan, yang menyajikan berbagai alat peraga ilmu pengetahuan dan teknologi. Tampak antusiasme pengunjung mencoba berbagai alat peraga.

Siswa-siswi SMA saat Tour Lab
Science Expo: mempelajari IPTEK secara menyenangkan

 

Kegiatan Lomba Karya Ilmiah menjadi puncak acara Pekan Ilmiah Teknik Kimia UNPAR 2016 ini. Sejak September 2015, peserta telah diminta untuk mempersiapkan karya ilmiah tertulis yang dinilai oleh Dewan Juri layak untuk lolos ke babak final. Pada babak final yang dilaksanakan tanggal 1 Februari 2016, setiap peserta diminta untuk membawa alat peraga, prototipe atau pun produk yang dihasilkan, serta mempresentasikannya di hadapan pengunjung dan Dewan Juri. Total terdapat 10 tim yang masuk sebagai finalis dari berbagai SMA di Bandung, Jakarta, dan Pontianak yang hadir mempresentasikan makalah ilmiahnya.

Siswa-siswi dengan antusias mempresentasikan makalah ilmiahnya

Juara ketiga Lomba Karya Ilmiah ini diraih oleh Edith Wulan Adelia, Felicia Everilliem, dan Nathanael Sigit dari SMA Santa Angela Bandung, dengan makalah “Pemanfaatan Kulit Semangka (Citrullus lanatus) Bagian Dalam sebagai Bahan dasar Pembuatan Selai”. Edith dan tim nya menjelaskan produk selai yang dibuat berasal dari kulit dalam semangka yang biasanya dibuang, padahal bagian dalam kulit tersebut banyak mengandung senyawa yang bermanfaat bagi kesehatan. Produk yang dibuat telah dikemas dalam botol-botol selai yang siap untuk dipasarkan.

Juara 3 dari SMA St Angela Bandung

Juara kedua, diraih oleh Kanya Maharani, Anthony Tiensun, dan Lintang Herjati dari SMA Regina Pacis Jakarta yang mempresentasikan makalah “Penggunaan Limbah Rumah Tangga sebagai Media Pupuk Hidroponik Portabel Bertenaga Panel Surya”. Kanya dan tim berangkat akan kesadaran limbah rumah tangga yang relatif banyak, berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai pupuk dalam alat hidroponik portabel. Ditambahkan bahwa alat hidroponik portabel ini sangat aplikatif, dan berpotensi digunakan terutama di kota-kota besar yang padat penduduk, dan kekurangan lahan untuk bercocok tanam.

Juara 2 dari SMA Regina Pacis Jakarta

Juara pertama Lomba Karya Ilmiah ini diraih oleh Silvani Anthonia, Ellen Valensia, dan Stevany Jesieka dari SMA Santo Paulus Pontianak yang membawakan makalah berjudul “Ale-Ale Pengikat Besi: Pemanfaatan Limbah Cangkang Ale-Ale Sebagai Media Filtrasi untuk Mengurangi Kadar Besi dalam Air Gambut”. Dalam presentasinya, Silvani dan tim menjelaskan penelitian yang mereka lakukan berangkat dari kesadaran akan banyaknya lahan rawa gambut di Indonesia, di mana air gambut sering dimanfaatkan untuk kehidupan sehari-hari warga sekitar. Padahal air gambut secara visual tidak menarik (berwarna kecoklatan), dan jika dipakai berdampak negatif terhadap kesehatan masyarakat. Dengan menggunakan penyaring sederhana yang mereka buat, Silvani dan tim berhasil menurunkan kadar besi di air gambut, sehingga air menjadi lebih jernih.

Juara 1 dari SMA Santo Paulus Pontianak

Sementara itu, juara favorit hasil voting pengunjung Pekan Ilmiah diraih oleh Hana Yemima, Vincencia Lourine, dan Reihan Krisnawan dari SMA Trinitas Bandung, dengan makalah “Kolaborasi Limbah Plastik dan Limbah Kubis menjadi Bahan Bakar Premium”.

Juara Favorit dari SMA Trinitas Bandung

Dalam kesempatan ini, Ratna Frida Susanti, Ph.D., Ketua Program Studi Teknik Kimia UNPAR menyampaikan apresiasi atas kerja keras tim panitia Pekan Ilmiah dari HMPSTK, serta mengucapkan terima kasih atas antusiasme siswa-siswi SMU kelas XI dan guru baik dalam rangkaian acara Tour Lab maupun dalam lomba Karya Ilmiah. Semoga semangat dan antusiasme dari siswa-siswi dalam membuat produk dan prototipe tidak berhenti sampai sini, tetapi terus dikembangkan  sehingga dapat bermanfaat bagi masyarakat luas.

 

X