Mempersiapkan FTI Menyongsong Revolusi Teknologi Global

Menyongsong hari jadi Fakultas Teknologi Industri Universitas Katolik Parahyangan (FTI Unpar) yang sebentar lagi berusia 25 tahun, beserta perayaan ulang tahun Guru Besar dan juga pionir berdirinya FTI Prof. Dr. Ir. Ignatius Suharto, A.P.U beberapa waktu yang lalu, FTI mengadakan acara renungan ilmiah. Kegiatan yang bertajuk “Pengajaran dan Pendidikan dalam Revolusi Teknologi Global” tersebut dibawakan oleh Prof. Suharto, pada Jumat (2/3). Acara dihadiri oleh perwakilan Yayasan Unpar, pimpinan universitas, serta keluarga besar FTI, baik dari program studi Teknik Industri maupun Teknik Kimia, juga sejumlah sivitas akademika Unpar.

Acara dibuka dengan sambutan dari Dekan FTI, Dr. Thedy Yogasara. Ia menyampaikan bahwa dalam menghadapi perubahan dan menyongsong Industri 4.0, mahasiswa memiliki kebutuhan untuk belajar sesuai karakteristik generasi milenial. “FTI sendiri berkomitmen untuk bisa menghadapi era global tersebut,” tuturnya. Para tenaga pengajar, lanjutnya, harus mampu menghasilkan lulusan yang memiliki nilai tambah dan daya saing yang baik.

Sambutan dilanjutkan oleh Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerja Sama Dr. Budi Husodo Bisowarno. Sejalan dengan pandangan Dr. Thedy, beliau menjelaskan bahwa FTI dan Unpar harus mengikuti perkembangan dunia global. Ia menambahkan bahwa Prof. Suharto adalah teladan, khususnya dalam sikapnya yang terus berkembang mengikuti perubahan zaman. “Kita harus mencontoh itu,” tuturnya.

Johanes Bambang Hardiono selaku perwakilan Yayasan Unpar menyampaikan, ”Kita harus bersyukur bahwa Unpar memiliki Pak Harto.” Yayasan Unpar menilai bahwa Prof. Harto telah menjadi teladan dan salah satu kunci kemajuan Unpar, khususnya dalam perkembangan FTI selama 25 tahun perjalanannya.

Inti acara, yaitu renungan, disusun dan dibawakan oleh Prof. Suharto sebagai refleksi akan perjalanan karya FTI, tantangan pembelajaran dan penelitian, serta persiapan menghadapi masa depan FTI. Dalam renungan ini, beliau menyampaikan gagasannya akan kemajuan teknologi global dan tantangan yang timbul, khususnya bagi perguruan tinggi. Perguruan tinggi bukan hanya mengejar teknologi, namun juga mengembangkan aspek kemanusiaannya. Seperti yang ia sampaikan, “Lulusan sarjana magister doktor yang memiliki kompetensi, komitmen, dan rasa belas kasihan terhadap sesama: itulah yang menghasilkan lulusan yang hebat.”

Salah satu inovasi yang disarankan olehnya adalah mengadakan program studi yang mengakomodir teknologi pangan. “Produk pangan tidak akan habis dan spesifik terfokus,” tuturnya, sehingga berbagai kemungkinan produk inovatif dapat dikembangkan. Pemikiran lainnya adalah perubahan sudut pandang dalam dunia pembelajaran, dengan meningkatkan kemandirian mahasiswa serta peningkatan multimedia. “Mahasiswa itu pusat pembelajaran, dosen hanya memberi pendampingan,” jelasnya.

Sivitas akademika FTI turut serta dalam merayakan ulang tahun Prof. Suharto seusai renungan. Dekan FTI secara simbolis memberikan medali atas jasa dan karya beliau selaku dosen dan peneliti. Selain itu, para dosen juga memberikan kenang-kenangan untuk salah satu guru besar Unpar ini. Tidak hanya kenang-kenangan, kalangan alumni memberikan kue ulang tahun unik yang didesain sesuai dengan buku-buku yang telah dihasilkan oleh Prof. Suharto. Acara tiup lilin dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng disambut tepuk tangan meriah para undangan.

(diambil langsung dari website http://unpar.ac.id/mempersiapkan-fti-menyongsong-revolusi-teknologi-global/)