Mahasiswa Teknik Kimia UNPAR Raih Juara dalam Plant Design Competition IChEC 2017

Mahasiswa Program Studi Teknik Kimia UNPAR kembali meraih prestasi membanggakan dalam ajang Plant Design Competition Indonesia Chemical Engineering Challenge (IChEC) 2017 yang diadakan oleh Jurusan Teknik Kimia ITB, dengan tema Utilization of Renewable Resources to Enhance Nations Energy Sustainability.

Hasil yang diperoleh ini merupakan buah yang manis dari perjalanan panjang dalam kompetisi perancangan pabrik tingkat ASEAN ini. Seleksi diawali dengan seleksi abstrak pada sekitar Oktober 2016 yang lalu, di mana Tim mahasiswa TK UNPAR bersaing dengan tim-tim lain se-ASEAN. Dari hasil seleksi ini dipilih 20 tim yang akan diseleksi lebih lanjut pada tahap full paper, sebelum tahap Grand Final. Para peserta yang lolos mengumpulkan laporan lengkap perancangan pabrik yang berisi latar belakang pendirian pabrik, kajian teori mendalam, peneracaan, perancangan alat proses, pengolahan limbah dan safety, serta ke-ekonomian dari pabrik yang dirancang.

Dari tahap ini, terdapat 3 tim dari UNPAR yang berhasil lolos sampai tahap Grand Final (5 besar), berkompetisi dengan 2 tim lain dari Teknik Kimia ITB, yaitu Antonio Reinaldo (2013620024), William Tandra (2013620044), Laurensius Felix (2013620052) di bawah bimbingan Dr. Herry Santoso, S.T., M.T.M., Nicolas Orlando (2013620034), Rifandi Karlus (2013620048), Maggie Teresa Diaz (2013620104) dengan pembimbing Jenny Novianti M S, S.T., M.Sc., dan Jonathan Ivan Tedjo (2013620012), Victor Japposan (2013620014), Viera (2013620101) di bawah bimbingan Yansen Hartanto, S.T., M.T.. Ketiga tim tersebut kemudian mepresentasikan pabrik yang telah dirancang pada hari Jumat 24 Februari 2017 di hadapan tim juri Assoc Prof. Kim Jae Hoon (SKKU Korea Selatan), Dr. Andreas Widodo (PT. Rekayasa Industri), dan Andre Situmorang (PT Pasadena Engineering Indonesia).

Dalam Grand Seminar ICheC 2017 yang diadakan pada hari Sabtu, 25 Februari 2017, diumumkan bahwa tim Jonathan Ivan Tedjo (2013620012), Victor Japposan (2013620014), Viera (2013620101) berhasil meraih 2nd runner up (Juara ke-3) dalam ajang lomba perancangan pabrik yang bergengsi ini. Dalam kesempatan ini, Ivan menceritakan pabrik yang dirancang dengan judul “Production of Bio-Hydrofined Diesel From Calophyllum Inophyllum L (Nyamplung) Seed with Pyrolisis and Hydrotreating Processes“, memiliki tujuan memenuhi kebutuhan bahan bakar di Indonesia dengan menggunakan sumber yang terbarukan. Pabrik yang diberi nama Canolum Energy Indonesia ini memanfaatkan minyak biji Nyamplung yang diolah dengan pirolisis, menjadi bio-oil, dan dihidrogenasi dan hidrodeoksigenasi menghasilkan bio-hydrofined diesel yang dapat digunakan untuk bahan bakar kendaraan bermotor.

Semoga prestasi yang telah diraih dapat terus ditingkatkan, selain menjadi motivasi bagi rekan-rekan mahasiswa lain untuk meraih prestasi yang lebih tinggi lagi. Proficiat!

16806832_10207027231113418_7776135526077251721_n
Ketiga tim dari Teknik Kimia UNPAR berfoto di sela sesi presentasi pada Grand Final Plant Design Competition IChEC 2017
X