Mahasiswa Teknik Kimia UNPAR Juara IChEC 2016

Tim mahasiswa Teknik Kimia UNPAR berhasil meraih Juara ke-3 dalam perlombaan Indonesia Chemical Engineering Competition (IChEC) 2016 Kategori Perancangan Pabrik (Plant Design). IChEC 2016 yang mengangkat tema “Empowering The Nation Through Coal-Based Chemical Industry” merupakan suatu ajang bergengsi skala regional bagi mahasiswa Teknik Kimia Indonesia dan Asia Tenggara yang diadakan oleh Prodi Teknik Kimia Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk berkompetisi dalam 3 kategori, yaitu perancangan pabrik, problem solving, dan debat.

Persaingan ketat mewarnai lomba perancangan pabrik ini. Seleksi peserta dilakukan dalam dua tahap. Seleksi pertama berupa seleksi abstrak yang diikuti oleh 53 tim dari berbagai negara, seperti Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, Vietnam, dan lain-lain. 20 tim terpilih kemudian diminta untuk memasukkan makalah lengkap rancangan pabriknya. Makalah lengkap ini cukup mendetail, mencakup latar belakang pendirian pabrik, perancangan neraca massa dan energi, alat proses dalam pabrik, utilitas, pengolahan limbah, safety, dan economic feasibility. Dari 20 makalah ini diambil 5 tim sebagai Grand Finalist, yaitu 1 tim dari UGM, 2 tim dari UNPAR, dan ITB .

Tim Evie, Irina, Billy mempresentasikan Rancangan Pabriknya di hadapan Dewan Juri

Tahun ini Teknik Kimia UNPAR mengirimkan 2 tim yang berhasil lolos sebagai Grand Finalist di ajang IChEC 2016. Tim pertama terdiri atas Billy Tanuwijaya, Evie Christiana, dan Chandira Irina dibimbing oleh Dr. Henky Muljana, S.T., M.Eng., dan Dave Mangindaan, Ph.D., merancang pabrik dengan judul “Ethylene Glycol Production Plant With Integrative Technology of Coal Gasification and Syngas Fermentation”. Sementara tim kedua, yaitu Elaine Oliviana, Sarah Amadea, dan Christine Kurniawan di bawah bimbingan Herry Santoso, S.T., M.T.M., Ph.D. merancang pabrik “High Efficiency Production of Vinyl Chloride Using Thermal Plasma Reactor”.

Kedua Grand Finalist berkompetisi dengan tim dari ITB dan UGM kemudian mempresentasikan hasil perancangannya di hadapan Dewan Juri yang berasal dari PT Rekayasa Industri (Indonesia) dan Sungkyunkwan University (Korea Selatan). Dalam Grand Seminar yang diadakan di Aula Timur ITB, Sabtu 19 Maret 2016, diumumkan bahwa juara pertama dan kedua diraih oleh tim dari UGM dan ITB, dan tim Elaine, Sarah dan Christine dari UNPAR berhasil meraih juara ke-3.

Tim UNPAR bersama Bpk. Herry Santoso, S.T., M.T.M., Ph.D.

Dalam kesempatain ini, Sarah menjelaskan salah satu keunggulan dari pabrik yang dirancang, adalah produksi vinyl chloride dari batu bara yang lebih efisien dan ramah lingkungan menggunakan reaktor plasma. Vinyl chloride sendiri merupakan monomer yang banyak digunakan di negara berkembang, khususnya Asia Pasifik untuk pembuatan polyvinyl chloride (PVC). PVC merupakan polimer yang umum dimanfaatkan dalam untuk membuat pipa, plastik, dan kemasan plastik.

Selamat bagi para pemenang, semoga prestasi yang telah diraih ini dapat terus ditingkatkan, serta menjadi motivasi bagi rekan-rekan mahasiswa lain untuk meraih prestasi yang lebih tinggi lagi.