Mahasiswa Teknik Kimia UNPAR Juara Essay Competition IChEC 2017

Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Program Studi Teknik Kimia UNPAR, yaitu Michael Dannish (2013620100) yang berhasil memperoleh juara ke-3 dalam Essay Competition IChEC 2017. Essay competition ini merupaka pre-event dalam ajang bergengsi tingkat ASEAN, Indonesia Chemical Engineering Challenge 2017 yang diadakan oleh Jurusan Teknik Kimia ITB.

Essay Competition tahun ini mengangkat tema “Commercialization of Bioethanol as Fossil Fuel Replacement” sejalan dengan tema besar IChEC 2017 yang menyoroti sumber energi baru dan terbarukan. Perjalanan yang cukup panjang ditempuh oleh Dannish, di mana essay yang dibuatnya harus berkompetisi dengan 100 lebih essay dari berbagai negara ASEAN. Dengan essay nya yang berjudul “Bioehanol Synergies: Better Energy, Better Indonesia“, Dannish dinyatakan sebagai juara ke-3 dalam lomba tersebut.

Essay yang ditulisnya berangkat dari kesadaran akan tingginya penggunaan bahan bakar tidak terbarukan dalam berbagai sektor, terutama transportasi. Menurutnya, hal ini diakibatkan harga bahan bakar yang relatif murah, selain kendaraan bermotor yang juga terjangkau, sehingga masyarakat enggan beralih dari penggunaan kendaraan bermotor pribadi. Oleh karena itu, dalam essay nya Dannish mengusulkan suatu sistem terintegrasi, di mana potensi bioetanol sebagai alternatif bahan bakar kendaraan bermotor dapat dimaksimalkan. Ia melihat bahwa kota-kota besar di Indonesia bergantung kepada daerah di sekitarnya untuk mensuplai bahan pangan, sementara setiap produksi pangan akan menghasilkan limbah pertanian yang masih dapat dimanfaatkan. “Limbah pertanian ini lah yang menjadi bahan baku pabrik bioetanol di sekitar kota-kota besar, di mana dengan sistem yang baik kita dapat membuat suplai bioetanol untuk sistem transportasi terintegrasi di kota besar tersebut,” jelasnya. Selain itu Dannish juga menyoroti pemanfaatan bioetanol ini cukup potensial, di mana pabrik yang didirikan akan kembali modal (break event point) dalam 3-5 tahun, dengan ukuran pabrik sekitar 5 ha. Dengan pemanfaatan bioetanol yang optimal, ia memprediksi Indonesia dapat menghemat dari subsidi sampai USD 20 milliar per tahunnya.

Selamat atas prestasi yang diraih, semoga dapat terus ditingkatkan, dan menjadi penyemangat bagi rekan-rekan mahasiswa lainnya.

X