Kurikulum

Dengan berpedoman pada Tridharma Perguruan Tinggi serta dijiwai oleh Spiritualitas dan Nilai-nilai Dasar UNPAR (SINDU), pendidikan yang diselenggarakan di Program Studi Sarjana Teknik Kimia UNPAR bertujuan untuk menghasilkan lulusan yang memiliki nilai-nilai spiritualitas dan nilai-nilai dasar UNPAR tersebut untuk mengembangkan dan membaktikan ilmunya dalam profesinya masing-masing. Pendidikan Tinggi di Program Studi Teknik Kimia UNPAR dirancang agar setiap lulusan dalam 5 (lima) tahun semenjak kelulusannya menjadi:

  • Sarjana teknik kimia yang dapat menerapkan prinsip-prinsip dasar dan praktis teknik kimia di industri proses maupun di berbagai bidang kerja lainnya secara profesional dengan menjunjung tinggi keluhuran etika dan etos kerja;
  • Sarjana teknik kimia yang dapat melakukan dan mengembangkan riset yang berkaitan dengan profesinya dan/atau siap melakukan studi lanjut di bidang teknik kimia maupun bidang ilmu terkait; serta
  • Sarjana teknik kimia yang dapat bekerja dalam tim serta mengembangkan kemampuan komunikasi dan kepemimpinan yang efektif dalam lingkup kerjanya maupun di masyarakat.

Tujuan tersebut dapat tercapai dengan memperhatikan kompetensi lulusan sesuai dengan Perpres 8/2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional  Indonesia  (KKNI), di mana terdapat 9  (sembilan)  jenjang kualifikasi penyetaraan capaian pembelajaran  yang  dihasilkan melalui pendidikan. Seorang sarjana S1 minimal memiliki jenjang kualifikasi 6 (enam), secara sederhana meliputi kemampuan mengaplikasikan, mengkaji, mendesain, memanfaatkan IPTEK, serta menyelesaikan masalah.Tujuan pendidikan Program Studi Teknik Kimia UNPAR direfleksikan dalam capaian pembelajaran yang mencakup 4 (empat) aspek standar minimum kompetensi lulusan perguruan tinggi pada jenjang pendidikan Strata-1; yaitu:

  • Aspek sikap dan tata nilai yang diwajibkan SN DIKTI sebanyak 10 (sepuluh) butir kompetensi;
  • Aspek pengetahuan yang diwajibkan SN DIKTI dan Asosiasi Program Studi sejenis (dalam hal ini APTEKIM) sebanyak 5 (lima) butir kompetensi;
  • Aspek ketrampilan umum yang diwajibkan KKNI sebanyak 14 (empat belas) butir kompetensi; serta
  • Aspek ketrampilan khusus yang diwajibkan SN DIKTI dan Asosiasi Program Studi sejenis (dalam hal ini APTEKIM) sebanyak 6 (enam) butir kompetensi.

Keempat aspek kompetensi tersebut diatur dalam Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dan implementasinya didukung dengan penerbitan Peraturan Menteri Ristek dan Dikti Nomor 44 Tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi.

Selain kompetensi minimum yang ditetapkan di atas, universitas dan program studi menambahkan beberapa kompetensi yang dibekalkan kepada para lulusan program studi yang secara tak langsung mencerminkan keunggulan dan kekhasan universitas ataupun program studi dibandingkan dengan universitas lainnya ataupun program studi sejenis, dengan perincian sebagai berikut:

  • Aspek sikap dan tata nilai tambahan muatan lokal program studi dan universitas sebanyak 5 (lima) butir kompetensi;
  • Aspek pengetahuan tambahan muatan khusus untuk rumpun Mata Kuliah Umum (MKU) yang dirumuskan universitas sebanyak 4 (empat) butir kompetensi;
  • Aspek ketrampilan umum tambahan muatan khusus untuk rumpun Mata Kuliah Umum (MKU) yang dirumuskan universitas sebanyak  4 (empat) butir kompetensi; serta
  • Aspek ketrampilan khusus muatan lokal tambahan program studi sebanyak 1 (satu) butir kompetensi dan muatan khsusus untuk rumpun Mata Kuliah Umum (MKU) yang dirumuskan universitas sebanyak 7 (tujuh) butir.