Kerja Praktek Tingkatkan Kompetensi Lulusan Teknik Kimia

Teknik Kimia merupakan bidang ilmu yang mempelajari cara mengkonversi bahan baku menjadi bahan jadi/setengah jadi yang memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi. Proses konversi ini seringkali tidaklah sederhana, akan tetapi melalui serangkaian alat proses. Selain itu, proses produksi pada suatu pabrik juga perlu memperhatikan berbagai aspek seperti kualitas bahan baku dan produk, proses dan alat proses apa yang digunakan, penggunaan sistem utilitas (penunjang) dalam produksi, pengelolaan dan pengolahan limbah, manajemen perusahaan, dan juga sisi ekonomis pabrik. Untuk memperoleh  pengalaman nyata di atas, mahasiswa Teknik Kimia UNPAR tingkat 3 wajib untuk melaksanakan kerja praktek di pabrik kimia selama 1-2,5 bulan, dengan bobot setara 3 sks. Kerja praktek merupakan kerja penuh waktu di perusahaan/pabrik kimia, yang dilaksanakan pada saat jeda semester (Juni-Agustus, atau Desember-Januari). Kerja praktek yang dilakukan bertujuan agar kelak sarjana Teknik Kimia dapat mengerti mengenai proses dan alat proses yang digunakan untuk mengkonversi bahan-bahan, dapat mengembangkan kemampuan diri baik secara akademik, yaitu untuk menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh di bangku kuliah, maupun non akademik (softskill) seperti kemampuan bekerja dalam kelompok, problem solving, berpikir kritis, dan lain-lain.

Supaya tujuan di atas dapat tercapai, setiap kelompok mahasiswa (2-3 orang) yang melaksanakan kerja praktek didampingi oleh dosen pembimbing, dan juga pembimbing lapangan yang disediakan oleh pabrik. Beberapa pabrik yang menjadi tempat Kerja Praktek mahasiswa Teknik Kimia UNPAR antara lain PT Pertamina, PT Ecogreen Oleochemical, PT Indocement, Petrokimia Gresik, Pupuk Sriwijaya, Pupuk Kujang, PT Lautan Luas, dan berbagai pabrik lainnya. Selama kerja praktek, mahasiswa diminta untuk mempelajari keseluruhan proses dalam pabrik, selain juga diberikan suatu tugas khusus yang biasanya berupa masalah nyata di pabrik yang menuntut mahasiswa untuk dapat berpikir kritis dalam melihat permasalahan tersebut. Beberapa contoh tugas khusus misalnya evaluasi kinerja alat, atau pun rangkaian alat, peningkatan efisiensi penggunaan penunjang pabrik, sampai dengan perancangan alat proses. Hasil dari kegiatan kerja praktek ini kemudian dipertanggungjawabkan dalam seminar hasil yang dihadiri oleh pembimbing dan rekan-rekan mahasiswa lainnya.

Nicolas Orlando, mahasiswa Teknik Kimia angkatan 2013 mengungkapkan selama kerja praktek, ia mendapatkan gambaran mengenai bagaimana pekerjaan seorang sarjana Teknik Kimia saat lulus nanti dan mempelajari lebih mendetail mengenai proses di pabrik. Senada dengan Orlando, Alex Sabianto, seorang alumni Teknik Kimia angkatan 2011, pengalaman kerja praktek merupakan modal awal untuk mempelajari proses dan perancangan dan bagaimana penerapan ilmu yang telah dipelajari di pabrik. Pengalaman ini menjadi modal penting saat melamar di tempat kerjanya sekarang, PT Nutrifood. Alumni lain, Anggriani Setiawan (angkatan 2012) mengemukakan, kerja praktek melatihnya untuk belajar berinteraksi dengan berbagai orang di perusahaan dan beradaptasi dengan lingkungan kerja. Pengalaman kerja praktek menjadi salah satu pengalaman yang menyenangkan dan tidak terlupakan, serta memberikan bekal berharga bagi mahasiswa, kelak memasuki dunia kerja.

 

X