Apa dan Siapa?: Metode Krisis

Krisis dipercaya dapat menempa dan menghasilkan generasi yang kuat. Ketika krisis itu absen, krisis harus dibentuk sendiri dengan tujuan menempa kekuatan generasi yang hidup pada masa itu. Hal itu setidaknya dipercayai oleh Jenny Novianti M Tan Soetedjo (37) yang mengabdi sebagai dosen teknik kimia di Universitas Katolik Parahyangan. Wanita kelahiran 22 November 1978 itu lalu merancang program pengabdian mahasiswa pada masyarakat desa berlandaskan keyakinannya tentang relasi krisis dan generasi yang kuat.

Kandidat doktor di Jurusan Chemical Reaction Engineering Universitas Groningen itu percaya bahwa program pengabdian mahasiswa yang selama ini sudah dikenal di kampus-kampus akan menjadi wahana krisis menempa generasi muda jika dikerjakan dengan baik dan sungguh-sungguh. “Kepada akademisi, coba jangkau masyarakat, jangan sekali datang lalu ditinggal,” ujarnya ketika ditemui di Ciwidey, beberapa waktu lalu.

Bagi dia, untuk menempa karakter anak didik, ujian di kelas saja tidak cukup. Kepada anak didiknya, Jenny mengajak bersama-sama mengidentifikasi masalah yang dihadapi masyarakat pedesaan di sekitar Bandung. Secara perlahan, mereka lalu diajak berinteraksi dengan masyarakat desa untuk mencarikan jalan keluar atas masalah yang dihadapi.

Setelah itu, anak didiknya ditantang untuk bekerja bersama-sama masyarakat desa tersebut untuk menyelesaikan masalah. Contohnya, mereka mengidentifikasi masalah kekurangan air bersih di Desa Cukanggenteng, Kecamatan Ciwidey. Selama beberapa bulan, akhirnya para anak didiknya berhasil bersama masyarakat membangun instalasi air bersih desa. Semua itu dilakukan mahasiswa tanpa diganjar nilai akademik oleh sang dosen. (Lina Nursanty/”PR”)***

Sumber: Pikiran Rakyat (Rabu, 30 Maret 2016)

X