Nadyana: Melakukan pertukaran pelajar merupakan keputusan terbaik yang pernah saya lakukan.

Student exchange? Student exchange atau pertukaran pelajar merupakan hal yang tidak asing di dunia pendidikan. Nama saya Nadyana Incan, mahasiswi Teknik Kimia, Universitas Katolik Parahyangan angkatan 2015 akan berbagi pengalaman tentang pengalaman pertukaran pelajar di Memorial University of Newfoundland Kanada.

Semuanya berawal dari keinginan saya yang selalu ingin studi keluar negeri dan melihat dunia luar. Begitu ada tawaran untuk pertukaran pelajar ke Kanada beserta beasiswanya saya langsung berminat. Prosesnya tidak mudah tapi bukannya tidak mungkin untuk mahasiswa/i Teknik Kimia yang padat dengan kesibukan praktikum dan tugas.

Langkah pertama saya adalah saya harus menjadi bagian dari BUD (Be Unpar Delegation) Kantor Internasional dan Kerjasama (KIK / International Office) UNPAR. Dari sana, kita diberikan informasi-informasi tentang program-program untuk studi ke luar. Saya mencoba untuk mengikuti program Canada-ASEAN Scholarships and Educational Exchanges for Development (SEED) untuk Fall Term 2018 (September-Desember). Program ini merupakan program dari pemerintah Kanada untuk pelajar dari negara ASEAN, untuk melakukan pertukaran pelajar ke universitas di Kanada. Hal yang paling penting pada tahap ini adalah memenuhi dokumen-dokumen yang diminta serta deadline pengumpulannya dan saya sangat berterima kasih kepada jurusan atas kerja samanya dalam membantu untuk mengumpulkan dokumen-dokumen yang diperlukan.

Selanjutnya adalah menunggu pengumuman penerima beasiswa. Setelah menunggu kurang lebih dua bulan, saya termasuk kandidat yang berhasil. Kemudian, langkah berikutnya adalah membuat visa, mencari tiket pesawat, mulai mencari informasi barang-barang yang dibutuhkan (terutama karena sebagai orang Indonesia kita tidak pernah merasakan musim gugur dan musim dingin), dan akomodasi. Untuk membuat visa Kanada tidaklah sulit karena kita bisa membuatnya secara online dan proses pembuatannya pun tidak begitu lama, yang menjadi tantangan adalah tiket pesawat. Tiket pesawat menuju Kanada memakan biaya karena itu kita perlu mencari-cari sedini mungkin. Selain itu, ada baiknya untuk menghubungi Persatuan Mahasiswa Indonesia di Kanada (PERMIKA), mereka sangat membantu dan saya mendapat kontak dengan mahasiswa yang sedang kuliah di Memorial University.

Terakhir, setelah letter of acceptance (LoA), visa, tiket, dan akomodasi selesai, saatnya berangkat. Ini adalah pertama kalinya saya berpergian jauh dan sendirian. Awalnya saya sangat takut tetapi begitu sampai di bandara St. John’s saya disambut oleh kontak dari PERMIKA dan juga jasa penjemputan bandara dari Memorial Univesity (kita harus apply sebelum berangkat). Saya memilih untuk tinggal di tempat tinggal yang disediakan oleh kampus sehingga saya dengan mudah sampai ke apartemen. Ada berbagai acara penyambutan mahasiswa baru yang bisa diikuti dan juga sesi informasi untuk mahasiswa asing termasuk mahasiswa pertukaran pelajar sehingga tidak begitu sulit untuk menyesuaikan diri. Orang-orang di Kanada sendiri adalah orang-orang yang ramah dan suka membantu sehingga ketika kesulitan jangan takut untuk bertanya. Hal yang perlu diperhatikan adalah cuaca, karena di St. John’s, Kanada, cuacanya cukup dingin.

Melakukan pertukaran pelajar merupakan keputusan terbaik yang pernah saya lakukan. Saya mendapatkan kesempatan untuk belajar di lingkungan yang berbeda dan merasakan cara belajar yang berbeda, mengenal teman-teman baru dari berbagai belahan dunia, belajar untuk hidup lebih mandiri, melihat tempat-tempat indah dan juga melatih kemampuan sosial dan adaptasi saya.